Kamis, 13 September 2012

cara pembuatan sirup manggis

  Sirup Buah Manggis

 
I.PENDAHULUAN

Buah-buahan merupakan bahan pangan sumber vitamin. Sebagian besar produk pertanian,khususnya buah-buahan dan sayuran lebih banyak dikonsumsi dalam bentuk segar dari pada dalam bentuk olahan.Disamping mengandung bahan-bahan seperti protein, karbohidrat dan vitamin masih cukup tinggi, juga masih mempunyai cita rasa yang segar dan menarik.
Kelebihan ini bisa kita peroleh dengan mengkonsumsi buah segar. Namun demikian kelebihan ini bisa menjadi kekurangan. Kadar air yang tinggi serta kandungan zat-zat gizi yang cukup bervariasi di dalam buah segar bisa mempermudah kerusakan buah. Akibatnya warna buah cepat sekali berubah oleh pengaruh fisika misalnya sinar matahari dan pemotongan,serta pengaruh biologis (jamur) sehingga mudah menjadi busuk.
Upaya-upaya pengolahan buah-buahan untuk memperpanjang masa simpannya sangat penting. Buah dapat diolah menjadi berbagai bentuk minuman seperti anggur, sari buah dan sirup juga makanan lain seperti manisan,dodol,keripik,dan sale.
Tingkat kerusakan produk pertanian khususnya buah dan sayuran diperkirakan sekitar 30 % sampai dengan 40 %,sedangkan 60 % dikonsumsi dalam bentuk segar dan olahan.

II.TEKNOLOGI PENGOLAHAN SIRUP DAN SARI BUAH

A.SIRUP DAN SARI BUAH

Buah-buahan merupakan bahan pangan sumber vitamin. Selain buahnya yang dimakan dalam bentuk segar, daunnya juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Misalnya daun pisang untuk makanan ternak,daun pepaya untuk mengempukkan daging dan melancarkan air susu ibu (ASI) terutama daun pepaya jantan.
Warna buah cepat sekali berubah oleh pengaruh fisika misalnya sinar matahari dan pemotongan, serta pengaruh biologis (jamur) sehingga mudah menjadi busuk. Oleh karena itu pengolahan buah untuk memperpanjang masa simpannya sangat penting. Buah dapat diolah menjadi berbagai bentuk minuman seperti anggur, sari buah dan sirup juga makanan lain seperti manisan,dodol,keripik,Dan sale.
Sari buah adalah cairan yang dihasilkan dari pemerasan atau penghancuran buah segar yang telah masak. Pada prinsipnya dikenal 2 (dua) macam sari buah, yaitu :

1.Sari buah encer (dapat langsung diminum), yaitu cairan buah yang diperoleh dari pengepresan daging buah,dilanjutkan dengan penambahan air dan gula pasir.

2.Sari buah pekat (Sirup), yaitu cairan yang dihasilkan dari pengepresan daging   buah dan dilanjutkan dengan proses pemekatan, baik dengan cara pendidihan  biasa maupun dengan cara lain seperti penguapan dengan hampa udara, dan lain-lain.  Sirup ini tidak dapat langsung diminum, tetapi harus diencerkan dulu dengan air  (1 bagian sirup dengan 5 bagian air).

Sari buah merupakan cairan jernih atau agak jernih, tidak difermentasi, diperoleh dari pengepresan buah-buahan yang telah matang dan masih segar. Pembuatan sari buah terutama ditujukan untuk meningkatkan ketahanan simpan serta daya guna buah-buahan. Pada dasarnya sari buah dibuat dengan cara penghancuran daging buah dan kemudian ditekan.Gula ditambahkan untuk mendapatkan rasa manis.

Untuk memperpanjang daya simpan, ditambahkan bahan pengawet.Selanjutnya cairan disaring, dibotolkan, kemudian di pasteurisasi agar tahan lama.

Pemurnian sari buah bertujuan untuk menghilangkan sisa serat-serat dari buah dengan cara penyaringan, pengendapan atau sentrifugasi dengan kecepatan tinggi yang dapat memisahkan sari buahdari serat-serat berdasarkan perbedaan kerapatannya. Sari buah yang tidak dimurnikan akan berakibat terjadinya pengendapan di dasar botol.
Hal tersebut tidak diinginkan karena akan menurunkan penerimaan konsumen (Muchtadi,1977). Buah-buahan yang sering diolah menjadi sari buah atau sirup antara lain : pala, pisang, manggis, jambu mete, jambu biji, mangga, sirsak, wortel, tomat, kueni, markisa, nangka, jahe, asam, hampir semua jenis jeruk, dan lain-lain. Sari buah atau sirup buah dapat tahan selama  3 bulan.

 Property of Rigmarole@flickr.com


B.  BAHAN DAN ALAT
Bahan:
1). Buah segar  5  kg
2). Gula pasir (khusus untuk sirup 1 ¼ kg) 125 gram
3). Asam sitrat 3 gram/liter sari buah
4). Natrium benzoat 1 gram
5). Garam dapur 20 gram dan Air secukupnya
Alat:
1). Pisau
2). Panci email
3). Parutan kelapa
4). Pengaduk
5). Tungku atau kompor
6). Botol dan tutup yang sudah sterilkan
7). Kain saring atau kain blacu
8). Corong
9). Baskom

C.  CARA PEMBUATAN SIRUP DAN SARI BUAH

1. Pilih buah yang telah tua, segar dan masak lalu cuci;

2. Buah dikukus atau diblanching selama 5 menit.

3. Potong buah menjadi 4 bagian;
* Khusus untuk buah pala sebelum dipotong-potong  kukus dahulu selama 10 menit. Keringkan bijinya untuk dijual sebagai rempah- rempah.

4. Parut buah hingga menjadi bubur; * Untuk jeruk peras airnya

5. Tambah air, gula pasir, natrium benzoat, asam sitrat dan garam dapur;
   * Air Perbandingan sari buah dengan air adalah sebagai berikut :
   - Buah pala, pisang, jambu mete, jambu biji, manggis,  mangga, sirsak,
     kueni, markisa, nangka (untuk 1 liter sari buah campur dengan 3 liter air)
   - Buah jeruk (untuk 1 liter sari buah campur dengan 1 ½ liter air)
   - Buah wortel, tomat, jahe, asam (untuk 1 liter sari buah campur dengan 2 liter air),
     kumudian diaduk sampai rata.
     Selanjutnya pengerjaan untuk pembuatan sari buah (6-9) :

6.  Saring campuran dengan menggunakan kain saring;

7.  Masukkan hasil saringan ke dalam botol dan tutup rapat.
     Endapan hasil penyaringan dapat digunakan sebagai bahan pembuatan dodol,
     selai, dan lain-lain;

8. Masukkan botol yang telah ditutup rapat dalam air mendidih selama 30 menit;

9. Angkat botol dan segera dinginkan.

Selanjutnya pengerjaan untuk pembuatan sirup (10-11) :

10. Panaskan campuran pada pengerjaan nomor 5 hingga mendidih dan biarkan
      sampai agak mengental;

11. Dalam keadaan panas, saring hasilnya. Setelah dingin segera masukkan dalam botol.





                         Gambar. Alur Proses Pembuatan Sirup dan Sari Buah

2 komentar: